Menghapus iklan pada footer creloade versi community edition (CE)

Ada banyak orang yang menyukai osscommerce dan diantaranya ada versi oscommerce yang sudah editan dengan desain2 nya yang menawan. Disini hanya ingin berbagi pengalaman saja dan maaf untuk yang punya CREloaded bukan maksud mengurangi pendapatan anda.

berhubung beli yang pro atau yang b2b sangat mahaluntuk kantong tipis maka dari itu dibuatlah tulisan ini.

maksud dari tulisanini hanya sekedar berbagi pengalaman menghapus iklan yang ada di bagian footer setelah kita install osscommerce versi CREloaded.

pertama kali ngutak atik script ini hal pertama yang saya cari adalah bagian template dan mencari file footer.php

setelah saya utak atik ternyata banner itu tetap saja muncul, saya coba untuk mematikan koneksi dan ternyata banner tidak muncul. wah disebelah mana saya pikir. ternyata memang di google sudah ada. coba check link referensi berikut versi bahasa inggris.

http://www.engfers.com/2008/11/03/removing-the-annoying-banner-at-the-bottom-of-cre-loaded-standard/

ternyata creloaded itu memakai system curl yang mana dia ambil links di tempat lain alias di websitenya. bukan langsung nulis script di footer seperti yang ada dalam pikiran saya tadi.

pada file

/includes/application_bottom.php

cari code cre_uregisterBasicFunctions()
pada baris ke 15

dan lihat di file includes/template_application_top.php
mulai baris 323

if (function_exists("curl_init") &&  function_exists("curl_setopt") && function_exists("curl_exec") && function_exists("curl_close")) {
 function cre_uregisterBasicFunctions(){
 $ch = curl_init();$timeout = 5;
 curl_setopt ($ch, CURLOPT_URL, 'http://www.creloaded.com/cre_google.js.html');
 curl_setopt ($ch, CURLOPT_RETURNTRANSFER, 1);
 curl_setopt ($ch, CURLOPT_CONNECTTIMEOUT, $timeout);
 $file_contents = curl_exec($ch);
 curl_close($ch);
 echo $file_contents;
 }
} else {
 function cre_uregisterBasicFunctions(){
 @include('http://www.creloaded.com/cre_google.js.html');
 }
}


terlihat di baris yang saya bold tersebut ada link yang mengarah ke website.

http://www.creloaded.com/cre_google.js.html

kita tidak perlu menghapus script tersebut, cukup memberi kode  //
//cre_uregisterBasicFunctions()

nah jadi begitu deh.
dan coba di rehash setelah di edit file tersebut.

semoga bermanfaat.



e-cigarete ternyata ada bahanya juga

Seperti dikutip dari detikcom, berdasar dari penelitian oleh ahlinya bahwa belum ada satu negarapun yang mengesahkan bahwa produk ini resmi dan legal. merokok tetap merugikan kesehatan terutama kantong. jadi kalau mau sehat ya jauh2 dari asap rokok, kalau perlu pakai tabung oksigen biar steril.

kutipan berikut ini saya kopi dari detikcom untuk mempermudah referensi karena saya juga perokok dan kemarin sempat ada sales yang menawari roko ecigarete ini , serta kawan saya pun menjual produk ini tapi ya saya tetep memilih rokok umum seperti di jual di warung warung. meski saya tahu tetep merugikan kesehatan. semoga sales itu datang lagi dan akan saya bacakan kutipan berikut ini. hehhe. peace.

Jumat, 06/08/2010 17:13 WIB

BPOM: Produk ‘E-Health Cigarret’ Bukan Rokok Sehat

Merry Wahyuningsih – detikHealth

img
E-Health Cigarret (dok. BPOM)

Jakarta, Salah satu pengedar rokok elektrik yang ditemukan adalah ‘Rokok Elektrik Surabaya’. Rokok elektrik yang dijual dengan merek ‘E-Health Cigarret’ ini mengklaim bahwa produk ini merupakan rokok sehat yang telah bersertifikasi internasional dan nasional, padahal produk ini sama sekali tidak sehat.

“Jangan tertipu dengan merek ‘Health’ yang tertera dibungkusnya, karena ternyata produk yang digambarkan health ini tidak sehat,” ujar Dr Danardi Sosrosumihardjo, Sp.KJ (K), Direktur Pengawasan NAPZA Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), dalam acara temu media di Gedung Kemenkes, Jakarta, Jumat (6/8/2010).

Dalam selebaran ‘Rokok Elektrik Surabaya’ dituliskan bahwa produk ini telah bersertifikasi internasional dan nasional. Tetapi secara tegas Dr Danardi menyatakan bahwa produk ini adalah ilegal, sehingga tidak bisa dijamin apakah sehat ataupun tidak.

“Sampai sekarang belum ada negara yang mengesahkan bahwa ini adalah produk yang resmi dan boleh beredar. Di beberapa negara termasuk Indonesia peredarannya masih ilegal,” jelas Dr Danardi.

‘E-Health Cigarret’ mengklaim bahwa produknya adalah rokok kesehatan yang bisa menjadi terobosan baru bagi orang yang ingin merokok tapi tetap sehat dan bergaya trendi.

Produk ini juga mengklaim banyak keuntungan yang diperoleh dari ‘E-Health Cigarret’, yaitu:

  1. Simpel dan moderen
  2. Ramah lingkungan
  3. Tidak berbau dan tidak berpuntung
  4. Tidak menyababkan dada terasa panas
  5. Tidak bikin bau mulut dan gigi kuning
  6. Tidak berbahaya bagi orang di sekitar yang tidak merokok
  7. Tidak mengandung tar, zat kimia, seperti tembakau pada umumnya
  8. Terbuat dari 90 persen propylene glycol. 0,1 mg nikotin. 9 persen air destilasi
  9. Bisa dipakai di segala ruangan (ruang AC, pesawat, mobil, toko, kapal, dll)
  10. Menghemat uang Anda sampai dengan 60 persen setiap harinya
  11. Baterei dapat di isi ulang (re-chargeable)
  12. Bisa dipakai 1-3 tahun

Selain itu, ‘E-Health Cigarret’ juga menawarkan beberapa varian rasa, antara lain rasa Djisamsoe, Marlboro, kopi, Sampoerna mild, camel, mentol, Djarum, Gudang garam, cokelat dan buah-buahan.

Tapi Dr Danardi menyatakan dengan tegas bahwa jangan mudah termakan rayuan tersebut. Karena beberapa penelitian telah menemukan adanya banyak racun yang terkandung dalam produk tersebut.

Penelitian Dr Andreas Flouris dari FAME Laboratory Institute of Human Performance and Rehabilitation Center for Research and Technology, Yunani, dtemukan hasil sebagai berikut:

  1. Propilen glikol, yang berpotensi menyebabkan keracunan
  2. N-nitrosamine khusus tembakau, yang merupakan karsinogen kuat (penyebab kanker)
  3. Hidrokarbon polisiklik, racun yang bersifat non-karsinogen
  4. Dietilen glikol yang sangat beracun dengan kadar 1 persen

Bagaimanapun juga rokok atau rokok elektrik tetaplah musuh bagi kesehatan tubuh Anda. Dan jangan mudah tertipu dengan produk rokok yang menyatakan produknya sehat.(mer/ir)

sumber kutipan sebagai referensi:

http://health.detik.com/read/2010/08/06/171301/1415176/763/bpom-produk-e-health-cigarret-bukan-rokok-sehat?l991101755