Banyak Berita Cuma Setingan Belaka

Selama ini membaca berita kupikir itu semua murni wartawan mencari berita untuk dimuat di website beritanya tetapi setelah kutahu bahwa ternyata banyak juga berita yang diseting hanya untuk mencari popularitas.

Seseorang atau sebuah badan mengundang wartawan untuk datang, menyampaikan berita supaya dimuat di website mereka bahkan ketika pulang ada biaya pasang yang kupikir itu berita sudah mirip iklan untuk ditayangkan.

Bahkan sebuah badan memerintahkan kepada bawahannnya untuk memberikan bonus hotel, tiket pesawat dan liburan untuk pemimpin dari redaksi berita tersebut.

Lalu apa hubungannnya antara penerbit berita dengan yang memberikan uang, apakah hanya merasa tidak enak karena sudah kenal baik atau ada sebab lain.

saya sebagai masyarakat awam menanggapinya dengan banyak tanda tanya. apakah hal tersebut sebuah kewajaran ataukah tidak karena saya sendiri tidak memahami aturan yang berlaku tentang penerbitan suatu berita.

jika memang berita itu bisa seperti iklan, berapa sebenarnya bayarannya yah. Lumayan untuk bisa terkenal membayar supaya diberitain. Sampai menjadi headline disebuah penerbit berita.

Saya menulis semua ini tentunya dengan mendengar, melihat dan membuktikan sendiri tanpa perlu menyinggung komponen yang bermain didalamnya. Semua yang ditulis bersifat umum dan tidak menunjuk kesiapapun sehingga jangan pernah menghakimi penulis karena saya tidak mengenal siapapun pembaca blog ini dan tulisan ini sebatas menuangkan dari isi otak supaya tidak penuh.

Apabila ada yang berkomentar saya harapkan yang cerdas dan mendidik.

Kangen Sinetron yang Cerdas

Beberapa kali kejebak menonton sinetron yang awalnya lucu, renyah, ringan dan ada penyelesaian tapi ujung-ujungnya yang gak enak.

Jika saja bisa bikin sinetron sendiri maka kubukin sendiri deh, sinetron biasanya kok yang jadi pemain utama selalu kalah dan selalu dibully apa memang itu mencerminkan masyarakat dinegeri ini yang suka membully yang benar atau malah sebaliknya masyarakat dinegeri ini mencontoh dari sinetron.

Rasanya kok gregeten pemeran utama selalu kalah dan tidak cerdas menghadapi masalah, misalnyapun pemeran utama itu kalah tapi paling tidak ada penyelesaiannnya.

Yang paling konyol adalah diselang oleh acara lain, ganti jam tayang sampai gak tayang lagi tanpa sebab yang jelas, geli rasanya klo ketemu produsernya ku cubitin tuh orang.

Kangen banget lihat sinetron tentang kecerdasan bukan kebodohan dan bully. kebodohan dan bully kok jadi topik utama. aneh

Sinetron Indonesia

Ini hari paling kesel dan nyebelin banget, gara-gara nonton sinetron yang awalnya lucu-lucuan eh tiba-tiba berubah 180 derajat menjadi murni sinetron lebai-lebaian.
Hal yang gak masuk akan masih juga gak tegas di omongin cuman diulur-ulur macam sayur, ini seperti sinetron jaman jadul yang sampai udah sma saja masih tayang.
Perlu digaris bawahi bahwa hampir seluruh sinetron yang ditonton ujung-ujungnya ga nyenengin:
1. Pasti tokoh utama selalu dibully dan selalu kalah.
2. Tokoh utama selalu sial terus gada untung-untungnya.
3. Ceritanya diulur-ulur padahal kalau to the point udah bisa selesai.
4. ada beberapa sinetron yg lucu-lucu eh ditengah-tengah putus gada terusannnya.
5. tv sebelah pas lagi serung-serunya eh ganti sama sinetron dan judul lain.

Kenapa ya ga ada sinetron di indonesia yang tokoh utamanya selalu menang, ya minimal setiap tayang kalah dulu lalu menang dan ga diulang-ulang. Makanya bukan masalah ga cinta produk indonesia, tapi produk luar tetap lebih berkualitas dari alur ceritanya yang saya maksud bukan masalah teknologi yang digunakan.

Cerita sinetron di indonesia mudah ditebak dan sudah pasti bertele-tele. Pengen gak nonton sudah kadung penasaran, tapi nonton juga bikin emosi.

Kapan ya cerita sinetron diindonesia gak kayak gitu lagi, apa perlu aku buat perubahan dengan membuat sinetron sesuai alur cerita diluar sana. Gak monoton macam gini.